Senin, 02 Februari 2015

HISTORIKA PENCINTA ALAM

A.      Pengertian Pencinta Alam
Tentunya kita banyak yang tidak tahu apa bedanya antara “pencinta alam” dan “pecinta alam” yang ketika kita baca sekilas memiliki arti yang sama, namun dalam kamus besar bahasa Indonesia ternyata sangat berbeda. Pencinta alam adalah orang yang mencintai alam sedangkan pecinta alam adalah orang yang bercinta di alam. Mencintai alam bukan hanya sekedar mengagumi namun mencintai alam mengandung arti merasa kagum, hormat, mengambil manfaat dari apa yang ada di alam dengan memperhatikan untung ruginya baik bagi alam maupun lingkungan sekitarnya, perasaan dan niat untuk memelihara, niat untuk memperbaiki juga mempertimbangkan keharmonisan hubungan hubungan manusia dengan alam. Pencinta alam berasal dari kata “cinta” dan “alam” yang dapat diartikan sebagai orang yang mencintai alam. Walaupun belum tentu semua pihak menerima, paling tidak upaya telah dicobakan. Motivasipun beraneka ragam, ada yang sekedar rileks, adat/ kepercayaan, ada yang sengaja ingin menambah wawasan agar lebih mempertebal rasa yakin dan percaya kepada Tuhan, ada yang untuk penelitian dan banyak lagi.

 Siapakah pencinta alam itu? Meraka yang Tentara atau Pramuka, KPA atau MAPALA atau mereka yang suka naik gunung ? Pengertian tentang sumpah prajurit dan Sapta Marga, pengertian akan Dasa Darma Pramuka, pengertian tentang Kode Etik Pecinta Alam. Dilihat dari segi tatakarma yang di anut sudah timbul perbedaan apalagi dari segi tujuan yang ingin dicapainya. Perlu diingat pada dasarnya semua kegiatan memiliki tujuan.
Upaya manusia untuk memahami gejala alam bermula sejak manusia merasakan alam sebagai pemuas kebutuhannya. Alam tidak pernah menentang manusia, alam dapat berkembang tanpa manusia, apakah mungkin bisa sebaliknya? Sebenarnya apabila seseorang telah berhasil mencapai puncak sebuah gunung, menerjang gelombang, melintasi padang pasir, menembus rimba atau menerobos goa ia sama sekali tidak menaklukkan alam tetapi sebenarnya ia menaklukkan diri sendiri baik kelemahan jasmani maupun rohani.
Namun banyak orang yang sepakat bahwa Pencinta Alam adalah nama lazim yang selalu diberikan kepada seseorang yang bergabung dengan organisasi pencinta alam, baik dikampus, sekolah, atau kelompok pencinta alam, yang berbasis pendidikan terhadap alam.

B.      Organisasi Pecinta Alam
Secara umum organisasi adalah sejumlah orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Sejumlah orang berarti lebih dari satu orang atau individu. Sedangkan untuk bekerja sama sejumlah orang tersebut harus ada aturan mainnya agar tujuan dapat tercapai dengan baik. Aturan main tersebut ada yang tertulis dan ada yang tidak tertulis.

Persyaratan yang paling harus dipenuhi oleh suatu organisasi :
1.    Berdasarkan Pancasila,
2.    Menjadikan Kode Etik Pecinta Alam sebagai landasan hubungan,
3.    Ada nama dan alamat jelas dan tidak mengundang masalah dari pihak lain
4.    Jumlah anggota idealnya adalah  minimal 20 orang,
5.    Ada AD/ART ataupun PO/ Juklak
6.    Tujuan tidak bertentangan dengan Perundangan-undangan yang ada
7.    Ada lambang organisasi (bendera, stampel, dan perlengkapan lain)
8.    Tidak merupakan cabang atau menjadi bawahan salah satu organisasi politik
9.    Ada pengakuan dari pihak lain/ luar (Akta atau ijin)

Tujuan dari berorganisasi di pencinta alam mencakup tiga hal:
ü Memupuk patriotisme yang sehat dikalangan anggotanya. Hal ini dapat dicapai dengan dapat beradaptasi dengan alam masyarakat atau rakyat kebanyakan. Memang tekad yang mendasari pendirian organisasinya ini adalah suatu keyakinan bahwa patriotisme yang sehat tidak mungkin timbul dari slogan-slogan, indoktrinasi atau poster-poster. Patriotisme yang sehat hanyalah mungkin dibina atas partisipasi yang aktif dari seseorang melalui hidup di tengah-tengah alam dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
ü  Mendidik para anggotanya baik mental maupun fisik. Di sini juga ditekankan aspek edukasi tanah air secara aktif dekat.
ü  Mencapai semangat gotong-royong dan kesadaran sosial.
Ada beberapa prinsip atau kriteria dalam mencintai alam:
§  Mengagumi, menyayangi, dan menyayangi alam
§  Menjaga, memelihara, mempertahankan, serta memperbaiki alam
§  Memanfaatkan, mengambil makanan dan hasil yang dibutuhkan dari alam dengan tidak meninggalkan jejak negatif
§ Menyadari, menghayati, dan mengamalkan sepenuhnya kerja antar sesama komponen alam yang saling bergantung.

Klasifikasi pencinta alam berdasarkan tujuan :
  1. Kelompok yang interest atau yang lebih berorientasi kepada kegiatan adventure
  2. Kelompok yang hanya ingin mencari teman
  3. Kelompok yang interest pada keorganisasian
  4. Kelompok yang interest pada lingkungan hidup.
C.      Sejarah Pencinta Alam Indonesia
Di Indonesia sendiri Pendirian organisasi pencinta alam berdiri pada saat perubahan masa transisi orde lama ke orde baru sekitar tahun 1942, yang pada saat itu berdirilah organisasi kepemudaan yang dikenal dengan Pandu. Pandu inilah yang terbagi 2 (dua) yaitu Pramuka yang dinaungi oleh pemerintah dan Wanadri yang berdiri bebas.
Pendirian organisasi pandu bertujuan mengumpulkan para pemuda indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaan indonesia . Pada saat yang sama berdirilah organisasi MAPALA Fakultas Bahasa UI (Sekarang dikenal MAPALA UI), yang dipelopori oleh Soe Hok Gie yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan karena pada waktu itu ada dua organisasi yang besar bersaing mengatakan dirinya yang pertama berdiri di Indonesia, Wanadri dan Mapala UI.
Setelah kemerdekaaan Indonesia banyak dari tokoh-tokoh ingin duduk dikursi pemerintahan sehinggah tidak memikirkan masyarakat yang jauh dari pedalaman yang mengalami penindasan yang dilakukan pemerintah pada saat ituKarna adanya tatanan politik pemerintah yang tidak disenangi, maka pemuda dan mahasiswa pada saat itu membentuk tim untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah
          untuk merancang konsep-konsep perlawanan agar tidak tercium oleh aparat pemerintah sehingga muncul ide pemuda dan mahasiswa untuk menyusun konsep yang susah dijangkau oleh orang, maka muncullah ide naik gunung.



Senin, 05 Januari 2015

pelantikan anggota kehormatan dan 15 anggota muda sispala oasis smk negeri 2 padang

alhamdulillah...setelah mengikuti proses yang di tentukan oleh panitia DIKDACALAM 7 ANGKATAN 6...telah terpilih siswa smk negeri 2 padang menjadi anggota siswa pencita alam (SISPALA) yang bernamakan sispala oasis...yang telah di laksanakan di sekolah dan di seketariat MPALH(mahasiswa pencinta alam dan lingkungan hidup) UNP dan di pelantikan anggota muda.DAN juga pelantikan uda UDA EVI ENDRI sebagai anggota kehormatan sispala oasis
dan pelantikan di GOA BABA BATU GADANG ,INDARUNG...Daerah kota padang sumbar.

Rasa syukur untuk Tuhan yang maha esa
dan terima kasih kepada
SMK negeri 2 padang
MPALH UNP
Anggota luar biasa sispala oasis
mapala alpi ien imam bonjol padang
mapala gempar sumatera utara
sispala alnino
stepala lubuk alung 




15 anggota muda sispala oasis 
AGUSTINA KURNIA WATI 
N A G : 14.06.062

ARIEF BUDIMA N
N A G : 14.06.063

AURELLIE FEBRIANDA 
N A G : 14.06.064

AYURIAS TUTI 
N A G : 14.06.065

EGGY VEBRIANI PUTRI
N A G : 14.06.066

FITRI FRNSISKA DEWI 
N A G : 14.06.067

MAYANG JUMARTI 
N A G : 14.06.068

NOVELIANOF PUTRI
N A G : 14.06.069


NOVIATUL KHAIRI
N A G : 14.06.070

RIA ANGGRAINI
N A G : 14.06.071

RISMAN ESSA PUTRA 
N A G : 14.06.072

SEPTI ELFA SARI 
N A G : 14.06.073

VANI SAFITRI 
N A G : 14.06.074

WISMA LINDA 
N A G : 14.06.075

YUWINDA IRZAL 
N A G : 14.06.076

SELAMAT KEPADA ANGGOTA MUDA YANG TERPILIH 
MARI SATUKAN HATI DALAM KEKOMPAKAN UNTUK MENGHARUMKAN NAMA OASIS 

Sabtu, 03 Januari 2015

5 Dosa Para Pendaki Gunung yang harus dihindari

1. MELAKUKAN KEGIATAN PENDAKIAN MASSAL (NON-KONSERVATIF)

Mungkin kita sudah tahu tentang sebuah brand perlengkapan outdoor yang melakukan pendakian massal ke gunung Semeru beberapa waktu lalu. Saya sempat diajak teman karena dalam iklannya pendakian ini dibumbui oleh kata-kata bersih-bersih gunung, tanam pohon, dan konservasi.

Kenyataannya? Semeru menjadi tempat sampah dan potensi rusaknya ekosistem makin besar.
Sebelum mengikuti pendakian massal, ada baiknya survey terlebih dahulu. Berapa kapasitas gunung tersebut, berapa jumlah pendaki yang dibolehkan ikut oleh panitia, dan hal yang terkait dengan konservasi lainnya. Hindari penmas yang hanya mencari laba semata.
[hl]Jadilah pendaki yang bertanggung jawab.

2. ANDIL BESAR MENCEMARI LINGKUNGAN

Biarkan mereka tetap pada tempatnya
Biarkan mereka tetap pada tempatnya

Saya pernah naik gunung dengan seorang rekan yang kelihatannya sudah ‘senior’ dalam hal mendaki. Namun, ditengah perjalanan istirahat, saat ia memakan sebuah makanan ringan, dengan ringannya pula ia membuang sampah itu sembarangan. Itulah potret kebanyakan pendaki yang tidak paham akan konservasi.

Apa sulitnya sih membawa sampah di dalam tas?

Di lain waktu, saat saya sedang ingin mengambil air di sebuah mata air, terlihat seorang pendaki yang sedang menikmati ritual B*B di mata air itu!

Apa dia tidak berfikir orang akan minum dari sana? Sebegitu sulitkah menggali lubang di tanah? Kucing saja masih bisa lebih pintar!

Dan banyak juga pendaki-pendaki yang masih saja menggunakan bahan-bahan kimia yang bisa merusak. Jangan heran kalau menemukan bungkus sabun/shampo yang tergeletak dekat di mata air.

3. BERSIKAP ACUH TAK ACUH DAN PASIF.

Menganggap tugas konservasi itu adalah tugasnya penjaga Taman Nasional, porter, dan LSM lingkungan. Padahal pendaki sendirilah yang punya bagian besar dalam menjaga lingkungan.

Juga tidak mengindahkan kearifan lokal yang telah ditetapkan masyarakat setempat. Tertulis ataupun tidak tertulis. Seringkali mitos-mitos mistis di gunung itu sebetulnya adalah usaha untuk konservasi dari masyarakat.

Jangan sampai bilang begini, ” Saya bukan pecinta alam, kok. Cuma penikmat alam. Jadi bukan tugas saya dong untuk konservasi?”

Heran dengan orang yang bangga dengan menuliskan jejaknya di bebatuan ini.
Heran dengan orang yang bangga dengan menuliskan jejaknya di bebatuan ini.

4. MERUSAK KEASRIAN GUNUNG

Tidak sulit menemui corat-coret vandalisme di bebatuan, batang pohon, bahkan pos pendakian. Mengambil flora & fauna langka seperti bunga edelweiss, bertindak sembrono sehingga mengakibatkan kebakaran hutan. Puntung rokok dan bekas api unggun yang masih menyala, membuka jalur yang tidak seharusnya, membuang tissue basah kotor seenaknya dan masih banyak lagi.

5. TIDAK MEMBAGIKAN PENGETAHUAN TENTANG PENDAKIAN KONSERVATIF

Tak dipungkiri, mendaki gunung sekarang sudah terkesan menjadi sebuah ‘wisata’. Apalagi banyak pengaruh dari acara televisi, film, blog, forum dan banyak media lainnya.

Membagikan semangat mendaki gunung kepada orang-orang baru tanpa dibarengi semangat konservasi hanya akan menjadikan para pendaki tersebut menjadi generasi pendaki yang cenderung antipati terhadap lingkungan dan hanya mementingkan kesenangan semata.

Sebagian dari kita mungkin pernah melakukan hal atas, secara sengaja maupun tidak sengaja. Yang pernah, tolong jangan diulangi lagi dan mari saling mengingatkan kepada rekan pendaki yang lain.
Semoga gunung-gunung Indonesia masih bisa dinikmati anak-cucu kita nantinya. Amin.

Salam lestari!
Ingatlah bahwa masih ada anak cucu kita.
Ingatlah bahwa masih ada anak cucu kita.


sumber sahabat alam

“SLAYER”

Ketika terbaring dikamar, sambil melihat ditumpukkan pakaian, muncul dalam pandanganku sebuah benda berwarna kuning emas dengan biz merah. Lalu ku ambil benda tersebut sambil bicara dalam hati.“susahnya juga dapat ini barang”.
Sambil merenung dan mengingat masa lalu perjuangan untuk mendapatkan benda ini,, tidak segampang yang dipikirkan dan tidak semudah juga yang dipikirkan. Tau kah saudara benda apakah itu ??? Jika saudara membaca judulnya pasti saudara sudah tau, ya,, benar sekali,, SLAYER.

Bagaimanakah menurut saudara, apa sih slayer itu ?..
Kain, Kacu, .atau apalah,,.....
Tidak masalah, bagaimana pendapat anda apa itu slayer.
Pada artikel ini saya akan memperkenalkan apa itu slayer, walaupun tidak begitu baik dan jelas.

Slayer,, .. menurutku berasal dari Bahasa Inggris,.. mungkin....!!???...
Sebuah benda yang berbahan kain, entah itu kain yang kasar, licin, lembut, dsb..
Sebuah kain dengan ukuran ± 1m x 1,5 m, bisa lebih kecil atau lebih besar.
Warnanya pun bisa satu warna saja, ataupun terdiri dari beberapa kombinasi warna.
Kain ini (slayer) kalau di beli di penjual kain, sekitar Rp.25.000,-.. Lumayan terjangkau kan,,,

....TAPI....

Ada tapinya,, saudara,,,,
Bagi seorang yang masuk dalam organisasi pecinta alam atau yang biasa disebut Mahasiswa pecinta alam (mapala) atau Kelompok pecinta alam (KPA), slayer ini mempunyai nilai-nilai dan harga yang tidak dapat diukur dengan uang atau materi,,

Kata pepatah, , “Jika sesuatu itu sulit didapatkan, maka sesuatu itu sangat berharga”

Slayer ini jika didunia militer kami samakan dengan baret seorang prajurit,, MENGAPA ?
Mungkin jika saudara sudah pernah atau masuk dalam pendidikan dasar organisasi pecinta alam, sudah paham dan mengerti,

Tapi apabila saudara tidak pernah atau bukan anggota pecinta alam maka saudara pasti tidak paham alias tidak ada bayangan kenapa slayer ini begitu dikeramatkan atau sakral bagi anggota pecinta alam...

Slayer melambangkan identitas masing-masing organisasi pecinta alam atau hal yang paling dapat membedakan antara anggota organisasi yang satu dengan yang lain. Sama halnya dengan baret tentara, hijau untuk (infanteri), merah (kopassus), jingga (paskhas), dll.

Untuk mendapatkan slayer ini tidak gampang, sama dengan baret tentara. Hanya orang-orang yang mempunyai ketahanan mental dan fisik saja yang pantas untuk mendapatkan slayer.
Kerasnya alam dan kerasnya intruktur/senior dalam pendidikan dasar sebenarnya tidak ada apa-apanya...

Yang sulit ditaklukkan yaitu DIRI SENDIRI...

Rasa egoisme, mau menang sendiri, malas, capek, lapar, sedih, panas, dingin, licik, dll akan keluar dengan sendirinya ketika manusia berada di alam terbuka (hutan).

Oleh karena itu dalam menjalani pendidikan dasar, semua hal tersebut berusaha ditaklukkan dan dilawan oleh mereka yang masuk sebagai pecinta alam.

Rasa persaudaraan ditumbuhkan sehingga tidak ada lagi perbedaan, semua pecinta alam itu bersaudara. Walaupun bukan saudara serahim, tapi lebih erat ikatan kekeluargaannya.

Tau kah saudara,, ketika dihutan siapakah yang akan menolong dan membantu saudara ketika mengalami kecelakaan dan musibah ???
Tuhan.. ???
Iya,, tapi melalui siapa ??? tentunya orang yang berada di dekat kita, yaitu saudara kita.

Setelah melalui pendidikan dasar yang rasanya bercampur aduk namun enak, ada manis, ada keras, ada religiusnya, dll, tibalah hari penjemputan dimana seluruh anggota organisasi pecinta alam mulai dari angkatan terakhir sampai senior-senior hingga dewan pendiri datang untuk melihat adik-adik mereka yang baru lahir..
Pada saat upacara penutupan pendidikan dasar tersebut maka seorang calon pecinta alam di lantik menjadi pecinta alam dengan pemasangan slayer dileher. Maka dengan resmi saudara dinyatakan menyandang sebutan pecinta alam walaupun pada dasarnya seorang manusia itu adalah pecinta alam.

Bagi saudara, saya jamin, saudara akan meneteskan air mata ketika saudara dilantik menjadi anggota pecinta alam.Karna saudara telah berhasil melalui rangkaian pendidikan dasar yang sangat keras dan sulit.

Dari beberapa uraian kata-kata diatas, hanya sebagian kecil saja mengapa slayer bagi seorang pecinta alam teramat sangat berharga,,
Jika saudara masih penasaran, silahkan saudara bergabung menjadi seorang pecinta alam, dan saudara akan rasakan sendiri betapa bangganya menjadi seorang pecinta alam.

sumber NAVERNOS UNHALU

PENDIDIKAN DASAR CINTA ALAM SISPALA OASIS MELAHIRKAN 15 GENERASI LASKAR HIJAU

salam lestari buat semua dunia maya
alhamdulilllah .. setelah menjalani latihan fisik dan materi ruangan kurang lebih 6 bulan lama..
dari 40 orang yang mengajukan nama dan mengikuti proses prosedur syarat buat kelapangan. dan akir nya terpilih 15 orang laskar hijau SISPALA OASIS SMK NEGERI PADANG. setelah berhasil mengikuti DIKDACALAM 7 selajut nya sispala oasis akan mengadakan, 
pelantikan ALB (anggota luar biasa)
yang insa allah akan di lakukan dalam waktu dekat ini .dan pergantian DPH 

ada pun beberapa nama 15 anggota muda sispala oasis smk negeri 2 padang yang insa allah akan admin poskan dalam beberapa hari kedepan..
harapan dan masa depan keluarga besar oasis kini di tangan mereka..makin jaya kah atau akan terbakar ataukah mungkin bungkam atau hanya tingga nama....



Senin, 08 Desember 2014

PANITIA DIKDALACAM 7 ANGKATAN 6

KEPELA SEKOLAH 
NOLA SESRIAN 
NAG : 12.05.058

OPERASIONAL 
DIAN KURNIA 
NAG : 12.05.055

                                                                       TATA TERTIB
                                          NABILA LORENZA & JEFRINALDI SAPUTRA
                                               NAG : 12.05.057              NAG : 10.03.035

SEKRETARIS 
MUTIARA RAHMADANI
 NAG : 12.05.056
 
DAMPUR
TREZIA ADELA & YULISTIRA
NAG : 12.05.059  NAG : 12.05.061


TRASPORTASI DAN KOMUNIKASI 
DELFLIANTO 
NAG : 12.05.055





Semoga merek bisa menjalankan amanah yang telah di titipkan
semoga sukses untuk kegiatan pendidikan dasar cinta alam 7 angkatan 6

PUSING PASCA JOB MATCHING



Perhelatan job matching smk negeri 2 padang ini memang telah usai membawa kisah keberhasilan panitia dengan melampaui target yang dicapai. Namun dibalik kesuksesan itu semua ternyata acara ini menyimpan banyak cerita suka dukanya. Kalau cerita tentang suka-suka, inshaa allah pada kesempatan lain penulis akan cerita panjang lebar karena pada tulisan ini ada cerita sedih yang patut jadi perhatian kita bersama…..
Sampah, ya… sampah yang dihasilkan pasca kegiatan cukup membuat pusing kepala. Dimana-mana disetiap jengkal halaman sekolah terdapat sampah yang berserakan. Terutama di seputaran lokasi stand pameran dan job matching. Karpet merah yang terbentang di lorong stand nyaris sudah tertutup sampah sisa makanan, botol minuman, plastic bungkusan dan kertas-kertas selebaran. Begitu juga dengan aula sekolah yang megah dengan lantai keramiknya yang biasa bersih mengkilat telah berubah menjadi kotor dan kusam.
Namun alhamdulillah ternyata kondisi sekolah yang kotor begitu telah menyulutkan semangat beberapa siswa yang tergabung dalam kelompok pencinta alam. Seolah memahami kondisi panitia yang pusing dan telah mulai lelah, mereka pun bergerak melakukan ‘sweeping’ memunguti sampah yang berserakan. Lengkap dengan kacu hijau dan kantong sampah di tangan secara perlahan kerja mereka mulai menampakkan hasil. Saluran air dan halaman sekolah mulai terlihat bersih kembali. Kita patut angkat topi karena tetap saja canda tawa khas anak sekolahan mewarnai keikhlasan hati mereka.


                                                                                                                                                                                                                                                                             Penulis
                                                                                                     Bpk.ZAKRI ZAINI

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda