Rabu, 04 April 2012

Manusia Gunakan Api Sejak Satu Juta Tahun Silam


Penelitian terkini menemukan bukti bahwa nenek moyang manusia telah menggunakan api sejak satu juta tahun silam.

api,manusia purbaPoodlesRock/Corbis
Peneliti dari University of Toronto dan Hebrew University telah menemukan bukti penggunaan api sejak satu juta tahun yang lalu oleh nenek moyang kita. Abu bekas penggunaan api yang terletak di antara tulang belulang serta peralatan batu tersebut ditemukan di Goa Wonderwerk, Afrika Selatan. Penemuan ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Proceeding of the National Academy of Sciences, Selasa (2/4).
Michael Chazan yang bertindak sebagai direktur dari proyek ini mengatakan bahwa analisa yang timnya temukan menyimpulkan bahwa pendahulu manusia, Homo erectus mungkin telah menggunakan api untuk hidup. Namun, bukti terkini menyebutkan api telah digunakan sejak satu juta tahun yang lalu.
Francesco Berna dan Paul Goldberg dari Boston University menemukan abu tumbuhan dan tulang belulang yang terbakar. Peneliti juga melihat adanya bukti perubahan warna pada situs tersebut yang diakibatkan oleh api. "Penggunaan api adalah perubahan besar pada evolusi manusia," kata Chazan. "Sosialisasi di sekitar api unggun adalah aspek penting yang membuat kita menjadi manusia," tambahnya.
Goa Wonderwerk adalah goa besar yang terletak di dekat Kalahari, yang merupakan tempat eskavasi sebelumnya oleh Mcgregor Museum. Kemudian, Chazan dan Liora Kolska Horwitz dari Hebrew University melanjutkan penelitian berdasarkan penemuan di Kalahari yang berujung kepada bukti adanya penggunaan api sejak sejuta tahun yang lalu.
(Arief Sujatmoko. Sumber: Science Daily)

Manusia Gunakan Api Sejak Satu Juta Tahun Silam


Penelitian terkini menemukan bukti bahwa nenek moyang manusia telah menggunakan api sejak satu juta tahun silam.

api,manusia purbaPoodlesRock/Corbis
Peneliti dari University of Toronto dan Hebrew University telah menemukan bukti penggunaan api sejak satu juta tahun yang lalu oleh nenek moyang kita. Abu bekas penggunaan api yang terletak di antara tulang belulang serta peralatan batu tersebut ditemukan di Goa Wonderwerk, Afrika Selatan. Penemuan ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Proceeding of the National Academy of Sciences, Selasa (2/4).
Michael Chazan yang bertindak sebagai direktur dari proyek ini mengatakan bahwa analisa yang timnya temukan menyimpulkan bahwa pendahulu manusia, Homo erectus mungkin telah menggunakan api untuk hidup. Namun, bukti terkini menyebutkan api telah digunakan sejak satu juta tahun yang lalu.
Francesco Berna dan Paul Goldberg dari Boston University menemukan abu tumbuhan dan tulang belulang yang terbakar. Peneliti juga melihat adanya bukti perubahan warna pada situs tersebut yang diakibatkan oleh api. "Penggunaan api adalah perubahan besar pada evolusi manusia," kata Chazan. "Sosialisasi di sekitar api unggun adalah aspek penting yang membuat kita menjadi manusia," tambahnya.
Goa Wonderwerk adalah goa besar yang terletak di dekat Kalahari, yang merupakan tempat eskavasi sebelumnya oleh Mcgregor Museum. Kemudian, Chazan dan Liora Kolska Horwitz dari Hebrew University melanjutkan penelitian berdasarkan penemuan di Kalahari yang berujung kepada bukti adanya penggunaan api sejak sejuta tahun yang lalu.
(Arief Sujatmoko. Sumber: Science Daily)

2014, 33 Ibukota Provinsi di Indonesia Wajib Bersih


Target ini disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup karena mengganggap kota-kota di Indonesia sudah inovatif untuk menciptakan kota bersih.

jakarta,indonesiaFadil/Corbis
Pada 2014 mendatang, Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia menargetkan semua ibukota provinsi di Indonesia atau sebanyak 33 wajib menjadi kota bersih. Indikator bersih di antaranya menyangkut sampah dan pengelolaannya, ruang terbuka hijau, sungai, pemukiman, dan sekolah.
Hal ini ditegaskan oleh Asisten Deputi Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup Sudirman, usai kunjungan kerja di Yogyakarta, Selasa (27/3). Sudirman menjelaskan, kota-kota di Indonesia sudah inovatif untuk menciptakan kota bersih. Ia mencontohkan, di Surabaya, orang membuang sampah di kawasan mal pun akan ditegur oleh tukang parkir.
"Keinovatifan perlu terus ditingkatkan. Pemerintah pun perlu melakukan pemetaan terhadap masalah kebersihan di daerahnya," tambahnya.
Perwujudan kota bersih, lanjutnya, perlu melibatkan seluruh pihak. Warga juga perlu diajak untuk merawat penyediaan fasilitas publik. Sosialisasi pun perlu gencar dilakukan agar warga memiliki kesadaran penuh dalam merawat lingkungannya.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Suyana menjelaskan, untuk menuju kota bersih, Yogyakarta masih terkendala dengan masalah Pedagang Kaki Lima (PKL). Masalah meliputi lapak yang jelek, tempat sampah, dan sampah di sekitar PKL. "Karena persoalan tersebut, nilai kota Yogyakarta dalam penghargaan Adipura menurun atau sekitar 71, 52 pada tahun 2010 lalu. Nilai maksimalnya adalah sekitar 73," katanya.
Menanggapi persoalan tersebut, pihaknya berharap ada kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Diperlukan juga ketegasan dari pemerintah untuk terus menerapkan aturan.
Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono menambahkan, untuk mencapai kota yang bisa mendapatkan Adipura Kencana atau kota bersih, ada 17 aspek yang harus dibenahi. Di antaranya, penataan PKL, kebersihan jalan trotoar, serta penanaman pohon.
"Aspek yang paling penting adalah komitmen semua pihak dan menjadikan kebersihan sebagai pola perilaku dalam masyarakat," ujarnya.
(Olivia Lewi Pramesti)

Dimodifikasi, Bakteri Bisa Jadi Pembangkit Listrik

Untuk membuat listrik, bakteri itu menggunakan bahan bakar air limbah. Menariknya, air limbah itu sekaligus dapat diproses menjadi air bersih.

bakteriScience VU/Sylvia Coleman/Visuals Unlimited/Corbis
Sejumlah ilmuwan menemukan cara mengoptimalkan sebuah perangkat inovatif sebesar mesin cuci yang memanfaatkan bakteri yang hidup di limbah perkotaan untuk membangkitkan listrik. Tetapi, di saat yang sama, proses ini juga sekaligus bisa membersihkan saluran pembuangan. Diperkirakan, versi komersial dari perangkat ini akan marak di negara-negara berkembang ataupun negara yang kesulitan air.
Prototipe alat yang kami buat dilengkapi dengan inovasi yang mampu mengolah lima kali lebih banyak air kotor dan enam kali lebih efisien dengan harga separuh dari harga mesin terdahulu,” kata Orianna Bretschger, peneliti yang melaporkan temuannya tersebut. “Kami berhasil meningkatkan kapasitas pemulihan energinya dari hanya sekitar dua persen menjadi 13 persen, yang merupakan langkah maju ke arah yang benar. Ini membuat kami yakin bahwa kita bisa menghasilkan energi dalam jumlah yang cukup jika teknologi ini diimpelemtasikan secara komersial,” ucapnya.
Pada akhirnya, kata Bretschger, kita bisa memiliki alat pembersih air secara “cuma-cuma” dan artinya, air bersih akan bisa hadir di banyak negara berkembang. Atau bahkan di kawasan yang sulit air di Amerika Serikat, seperti daerah selatan California, lewat penggunaan teknologi pengolahan air limbah.
Alat yang dikembangkan oleh Bretschger dan timnya di J. Craig Venter Institute adalah versi lain dari microbial fuel cell (MFC). Mereka bereaksi dengan mengombinasikan hidrogen dan oksigen, misalnya untuk memproduksi listrik sekaligus air bersih. MFC ini sendiri merupakan sel bahan bakar biologi. Mereka menggunakan senyawa organik seperti material yang ada di saluran pembuangan sebagai bahan bakar, lalu mikroba mengurai senyawa organik itu. Pada proses melakukan penguraian tersebut, bakteri memproduksi elektron yang merupakan unit dasar dari listrik.
Yang menarik, kata Bretschger, mikroba yang tinggal di komunitas MSC kemungkinan mampu pula menguraikan polutan yang berpotensi berbahaya seperti bensol dan toluena yang bisa juga hadir di endapan lumpur. Dia juga cukup efektif untuk menghilangkan material organik dan menurunkan jumlah mikroba penyebab penyakit dari air limbah hingga 97 persen. “Angka itu tampak besar, tetapi tidak cukup untuk menghasilkan air layak minum. Untuk dapat diminum, kita perlu membersihkan hingga 99,99 persen material organik dari air,” ucapnya.
(Abiyu Pradipa. Sumber: BioScholar)

Burung Sekawan


Walaupun terkenal, kita tidak tahu banyak tentang burung ini.

OLEH NANCY SHUTE
FOTO OLEH KLAUS NIGGE
Flamingo terlihat seperti burung yang dirancang balita periang—kaki panjang tidak kepalang, pergelangan kaki berbonggol (yang mirip lutut), leher meliuk-liuk, dan paruh kebesaran—lalu diwarnai dengan krayon paling terang. Namun, paduan keanehan fisik tersebut memungkinkan flamingo karibia berkembang biak di danau asin, dataran lumpur, laguna pasang surut, dan rawa bakau. Dengan paruh bengkoknya hewan ini mengeruk gumpalan lumpur untuk membuat sarang. Bulu kaku di dalam paruhnya menyaring air yang berisi krustasea, moluska, dan serangga kecil serta larvanya, di samping tumbuhan air.

Dan bulu nan megah itu? Keberadaannya seolah khusus untuk menghibur kita, tetapi sebenarnya bulu itu awalnya tidak berwarna merah muda. Piyik yang baru menetas berbulu putih yang lalu berubah abu-abu—kemudian memperoleh warna merah mudanya dari bakteri yang hidup di air dan beta-karotena yang diperolehnya dari makanan.

Meskipun flamingo kini menjadi dekorasi pasaran yang diabadikan oleh hiasan halaman murahan dari plastik, anehnya burung ini tetap misterius. "Walaupun terkenal, kita tidak tahu banyak tentang burung ini," kata Chris Brown, kurator burung di Dallas Zoo and Children’s Aquarium, yang meneliti flamingo di Semenanjung Yucatán Meksiko. Para ilmuwan masih tidak mengetahui pasti mengenai perilaku sederhana sekalipun, seperti kecenderungan untuk berdiri dengan satu kaki. (Beberapa berteori bahwa itu ada hubungannya dengan cara tidur burung tersebut.) Dan karena flamingo tinggal di daerah terpencil dan berpindah tempat seiring banjir atau keringnya tempat makannya, peneliti mengalami kesulitan menghitung dan melacaknya—atau meneliti pengaruh kekeringan, badai, dan tinggi air yang berfluktuasi akibat perubahan iklim atau pembangunan pesisir terhadap spesies ini.

Yang kita tahu adalah bahwa flamingo dalam kawanan besar di alam liar suka berkumpul dan sangat setia. Hewan ini melakukan tarian kawin bersama-sama. Induknya menyayangi anaknya, para piyik dikumpulkan bersama agar terlindung saat kedua induknya terbang mencari makan. Dan ketika ada bahaya mendekat, ribuan burung terbang serentak—laksana gerakan balet yang dapat memperbesar kemungkinan selamat dalam dunia nan berbahaya.

Senin, 02 April 2012

TANAMAN SURVIVAL


TANAMAN SURVIVAL

Setiap kegiatan di alam bebas selalu beresiko untuk mengalalmi keadaan darurat. Contohnya saja tersesat dan kehabisan bahan makanan. Hal ini menuntut kita untuk melakukan survival agar dapat bertahan hidup. Berdasarkan sumber dari The Nature Conservancy, hutan hanyalah mencakup sekitar 2% dari permukaan bumi. Namun, hutan merupakan tempat hidup untuk 50% dari semua tumbuhan dan hewan. Dalam 4mil2 (10km2) luas hutan tropis dapat berisi sebanyak 1500 tanaman berbunga dan 750 spesies pohon. Para ahli mengatakan,” jumlah tumbuhan berbunga di Indonesia ada 25.000 jenis. Itu merupakan 10% dari keseluruhan jenis tumbuhan berbunga yang ada di dunia.” Jika ditambah dengan tumbuhan yang tak berbunga dan jamur, maka jumlahnya berlipat-lipat. Dari keseluruhan jenis tumbuhan tersebut ada yang beracun dan tidak beracun. Oleh sebab itu pengetahuan tentang tumbuhan sangatlah penting untuk diketahui oleh para penggiat alam bebas agar tidak celaka hanya karena tidak mampu membedakan tumbuhan beracun dan tidak beracun.



A. MEMILIH 

Dalam memilih tumbuhan yang akan dimakan gunakan beberapa kunci penting di bawah ini:

· makan tumbuhan yang sudah dikenal

· pilih tumbuhan yang tidak hidup sendiri atau soliter

· jangan hanya memakan tumbuhan sejenis saja

· pilihlah tumbuhan yang juga dimakan oleh hewan

· cara memakan buah yang baru dikenal adalah dengan mengoleskan sedikit ke bibir, tunggu reaksinya. Apabila tidak bereaksi (terasa panas atau gatal) berarti aman untuk dikonsumsi.


· masaklah terlebih dahulu sebelum dimakan

· jangan makan tumbuhan berwarna ungu, karena dikhawatirkan mengandung racun alkaloidz


B. TUMBUHAN BERACUN

Tumbuhan beracun merupakan tumbuhan yang berbahaya karena memiliki kandungan zat yang berbahaya bagi tumbuh. Dampak yang ditimbulkan bila kita makan bias saja gatal pada kulit, diare, dan terparah berakhir pada kematian.

Ciri-ciri tumbuhan beracun :
· berbau tidak sedap dan bisa membuat pusing

· tumbuhan bergetah yang dapat membuat kulit gatal, bergetah pekat, berwarna mencolok, berbulu, permukaannya kasar, berwarna mengkilat, berduri, dan berdaun kasar atau liat

· tumbuhan dengan buah berwarna putih atau kuning

· buahnya terasa pahit dan berlendir





C. TUMBUHAN TIDAK BERACUN

Tumbuhan tidak beracun merupakan kebalikan dari tumbuhan beracun. Ini tidak berbahaya untuk dimakan karena berguna untuk tubuh. Bagian tumbuhan yang dapat memberi energi yang cukup adalah umbi bat

ang/akar setelah itu baru buah, biji dan daun.

Ciri-ciri tumbuhan tidak beracun:


· tidak mengandung getah susu, tidak berbulu

· dimakan oleh hewan

· tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap



Macam tumbuhan tidak beracun:

Bagian Umbi : umbi talas (Colocasia sp), kentang, bengkuang, paku tanah

Bagian batang: umbut muda pisang, sagu, begonia (begonia sp), bambu yang masih muda (rebung) (Bambosa sp), Pakis dalamnya berwarna putih, tebu, umbut paku tiang muda ketebon (Genostegia hirta), umbut palem muda (Fampalmae)

Bagian buah : kelapa, arbei hutan (Rubus sp), konyal (markisa hutan) (Passiflora quadrangularis), nipah (dirawa), asam jawa, juwet, senggani atau herendong (malastoma pollyantum), ceplukan (Physalis angilata), pisang hutan (Musa sp) buah jantung, batang, bongkol pisang muda, anggur hutan

Bagian biji : padi, jagung, biji rumput teki (di Madura), biji saniten yg sudah tua, biji muda sengon (Alibizia lophanta)

Bagian bunga : turi (Sesbania glandiflora), pisang,bunga honje dan kecombrang (Nicolaria sp)

Bagian daun : rasamala muda (Altingia excels), mlinjo, babadotan, tespong, antanan/gagan atau kaki kuda (Cantella asiatica),selada air (Nasturtium officinale), daun singkong, daun muda paku tiang (Alsophia glauca)




D. JAMUR  

Selain tumbuhan di atas jamur juga bisa menjadi dewa penyelamat jika tersesat. Menurut literatur, sudah ditemukan 38.000 jenis jamur di seantero dunia. Diantaranya ada yang enak dimakan. Tapi sayang yang tidak boleh dimakan karena beracun lebih banyak lagi. Cara mengetahui jamur yang layak dimakan atau yang tidak beracun bisa dilihat dari bentuk, warna, dan tempat tumbuhnya.

Ciri-ciri jamur beracun:

· warnanya mencolok, berbau tidak sedap lantaran kandungan asam sulfida atau amonia

· nasi akan berubah kuning bila dicampur dengan jamur beracun

· sendok akan berubah jadi hitam bila dimasukkan dalam masakan isi jamur beracun

· bila diraba mudah hancur

· punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya

· tumbuh dari kotoran hewan

· mengeluarkan getah putih

· jika diiris dengan pisau perak atau digoreskan pada perkakas perak akan meninggalkan warna biru. Ini disebabkan karena kandungan sianida atau sulfida yang beracun

· bagian payung yang berwarna merah berbintik-bintik putih

· dapat berubah warna jika dipanaskan

· warna payungnya gelap atau mencolok. Misalnya biru, kuning, jingga, merah. Perkecualian untuk jamur kuping dengan payung warna coklat yang memang dapat dimakan

Ciri-ciri orang yang keracunan jamur:

1. selidiki apakah dia pusing, perut sakit terutama ulu hati, mual, sering buang air kecil, tubuh lemas,pucat

2. adakah darah dalam muntahannya

Macam jamur tidak beracun :

Jarum kuping (Aircularia judae), jarum tiram (Pleuretus ostratus)

Peringatan:

Jamur beracun sangat berbahaya jika sporanya menempel pada kulit, karena dapat menyebabkan gatal, bahkan melepuh. Jika tidak segera ditolong korban bisa meninggal setelah 3-7hari

Minggu, 01 April 2012

SAMPAH PLASTIK SUMBER PEMANASAN GLOBAL (DAUR ULANG)

Perubahan Iklim merupakan tantangan yang paling serius yang dihadapi dunia di abad 21. Sejumlah bukti baru dan kuat yang muncul dalam studi mutakhir memperlihatkan bahwa masalah pemanasan yang terjadi 50 tahun terakhir disebabkan oleh tindakan manusia. Pemanasan global di masa depan lebih besar dari yang diduga sebelumnya. Pembuangan sampah/limbah yang tidak dapat diurai oleh alam semacam kertas dan plastik yang dapat menyebabkan kerusakan alam merupakan salah satu sumber terjadinya fenomena ini.Dilihat dari jenisnya, limbah plastik merupakan komponen ketiga terbanyak yang dibuang setelah limbah organik dan kertas. Meski dari segi jumlah tidak tergolong banyak, limbah plastik merupakan masalah lingkungan yang terbesar karena materialnya tidak mudah diurai oleh alam, baik oleh curah hujan dan panas matahari, maupun oleh mikroba tanah. Karena ringan, plastik akan cenderung terangkat ke permukaan ketika ditimbun sehingga mengotori lingkungan sekitar. Jika tercecer di badan air, plastik cenderung menyumbat aliran. Bila dibakar akan menimbulkan asap yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.


Material plastik yang sudah dikenal sejak puluhan tahun silam sebagai bahan hasil rekayasa polimer, kini telah muncul dalam berbagai jenis produk mulai dari kantung plastik, tas kresek, sampai komponen berteknologi tinggi seperti barang elektronik, otomotif, dan pesawat terbang. Bahan ini banyak digunakan karena mempunyai banyak sifat unggul, seperti ringan, transparan, tahan air, elastis, dan harganya relatif murah.
Selama ini memang telah ada upaya untuk mendaur ulang plastik yang dilakukan oleh pemulung dan industri pendaur ulang plastik, namun tidak semua limbah tertangani dan beberapa jenis plastik seperti styrofoam dan plastik multilayer belum dapat dimanfaatkan.
Hampir tiap hari kita turut andil dalam menyumbang sampah plastik ke lingkungan. Aktifitas kita seperti belanja sebagian besar menggunakan plastik sebagai pembungkusnya, terutama ketika kita membeli secara eceran. Untuk mengurangi penggunaan plastik kita bisa menggunakan keranjang belanja yang bisa memuat lebih banyak barang dan dapat dipakai berulang-ulang dan sedapat mungkin membeli barang secara paket.
Kebiasaan baik lain adalah ketika kita membeli makanan langsung dimakan di tempatnya. Membeli untuk dibawa pulang (dibungkus-red) biasanya juga menggunakan plastik sebagai pembungkus.

Selain itu carilah merk yang ramah lingkungan. Tentunya kita masih ingat mengenai isu bahan plastik yang berbahaya bagi kesehatan. Apabila plastik itu digunakan, bukan hanya lingkungan yang kena dampak langsungnya, tetapi kesehatan kita pun ikut terancam bahaya.
Kita juga bisa memulai memisahkan sampah di rumah kita berdasarkan jenisnya. Sampah organik seperti sisa makanan dan bumbu dapur dapat kita ubah menjadi kompos yang bisa digunkan untuk pupuk tanaman di rumah kita. Sampah anorganik yang sukar terurai seperti kertas, plastik, kaca atau sampah logam dapat kita daur ulang atau kita kumpulkan untuk di jual di tempat loak yang selanjutnya akan didaur ulang di pabrik pendaur ulang sampah. Tentunya hal-hal itu bukanlah hal yang berat untuk dilakukan.
Bahan plastik juga dapat didaur ulang menjadi benda-benda kerajinan bernilai seni. Kreatifitas seni bahan daur ulang seperti ini juga membantu mengatasi masalah lingkungan selain tentunya nilai ekonomis juga dapat tercapai. Ini dapat menjadi nilai lebih dalam pengembangan produk daur ulang.

Kita tentu tak asing dengan berbagai kemasan berbalut plastik. Hampir semua barang-barang yang ada di sekeliling kita tak lepas dari bahan bernama plastik ini. Mulai dari mainan anak, alat-alat rumah tangga, alat kantor, sampai benda-benda elektronik berbungkus plastik.
Salah satu alasan pemakaian plastik tentu tak lepas dari berbagai kelebihannya. Meski ringan, plastik tak berkarat, mudah dibentuk, dan tidak gampang pecah. Semua ini membuat plastik lebih praktis ketimbang bahan tradisional yang membutuhkan perawatan khusus.
Tak hanya itu, plastik juga relatif murah dan terkenal gaul dengan bahan lain. Artinya, bahan ini mudah bercampur dengan aneka bahan pewarna. Sudah begitu. Alhasil, banyak orang terpikat pada plastik dengan keanekaan bentuk dan warnanya.
Dengan berbagai kelebihan itu, tak heran jika plastik kini menjadi pilihan utama untuk membungkus aneka produk.

Sejarah plastik sangat panjang. Yang jelas, pemakaian bahan ini makin tak terbendung setelah Perang Dunia II. Bahkan, selama dua dasawarsa terakhir ini, pasar plastik mampu menyaingi pasar pangan di dunia. Maklum, makanan membutuhkan kemasan atau bungkus yang kini sebagian besar dari plastik.
Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia Hengky Wibowomengungkapkan, besarnya pengunaan plastik tak lepas dari kebutuhan warga dunia yang ingin serba praktis. "Plastik jelas lebih praktis dan bahan lama dibandingkan tempat makanan tradisional seperti daun," tandas Hengky.
Namun, di balik kepraktisan itu ada bahaya mengintip di balik pemakaian plastik. Setidaknya, ada dua bahaya plastik. Pertama, plastik akan menjadi sampah yang sulit terurai. "Plastik yang adalah produk non-biodegrable sulit untuk diuraikan," pasar Ahli Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Hartoyo.
Asal tahu saja, limbah plastik baru bisa terurai setelah 1.000 tahun. Bandingkan dengan limbah kertas yang membutuhkan waktu sebulan untuk terurai. Kedua, plastik mengandung bahan kimia yang berbahaya, yakni Bisphenol A alias BPA. Bahan kimia ini bisa merangsang pertumbuhan sel kanker serta memperbesar risiko keguguran pada ibu hamil.
Monomer mudah terlepas. Singkatnya, tak hanya bisa mencemari lingkungan, plastik jelas jugaberpotensi mengancam kesehatan kita. Boleh jadi kedua bahaya ini lah yang membuat banyak negara kini mulai mengurangi penggunaan plastik.

Ambil contoh China. Sejak 1 Juni 2008 lalu, pemerfntah China mewajibkan warganya membungkus barang belanjaan dengan kertas. Kecemasan pemerintah Negeri Tembok Raksasa ini cukup beralasan. Sebab, penelitian di negeri itu menunjukkan bahwa penggunaan kemasan plastik untuk makanan dan minuman dapat mengganggu kekebalan tubuh manusia.
Penyebab gangguan kekebalan tubuh itu adalah kandungan dioksin dan zat beracun pada lapisan penyusun plastik yang rusak alias monomer.

Suhu penyimpanan dan proses pencucian wadah yang tidak tepat dapat menyebabkan perpindahan dan kerusakan monomer serta zat adiktif yang biasa dicampurkan saat pembuatan plastik. Inilah yang bisa merusak kekebalan tubuh. Pada tingkat yang berbahaya, zat beracun pada plastik itu dapat memicu berkembangnya sel kanker.
Itu belum seberapa lantaran produsen plastik umumnya menambahkan zat pewarna dan berbagai zat lain yang berbahaya bagi kesehatan.
Kata Arif, plastik sejatinya tidak tahan panas. Tapi dengan berbagai tambahan seperti zat antilengket, bahan sinar dan panas, plastik menjadi sangat kuat.
Tapi, berbagi goresan dan panas tinggi perlahan bisa membuat bahan-bahan pembuat plastik itu terlepas. "Nah kalau berulang dipakai untuk menyimpan makanan atau minuman, zat yang terlepas ini lama-lama bisa menimbulkan kanker," papar Arif.
Zat beracun atau monomer itu semakin lama akan menumpuk dalam tubuh lantaran proses penyimpanan makanan atau proses memasak yang terlalu lama. Dalam hitungan ahli pangan, monomer plastik akan terurai pada suhu di atas 120 derajat.
Karena itu, Henky mengingatkan pangan sembarangan menggunakan kantong plastik berwarna hitam menyimpan makanan atau minuman panas. Soalnya, kantong plastik hitam umumnya terbuat dari bahan daur ulang dengan campuran tinta sablon. "Ini sangat berpotensi menimbulkan kanker," ujarnya.

Zat penyusun plastik yang perlu dihindari antara lain vinilkloridaakrilonitril,metacrylonitrilvinylidene chlorida, serta styrene. Vinilklorida misalnya, dapat bereaksi negatif bila bercampur dengan guanin dan sitosin dapat merusak DNA. Adapun akrilanitril bereaksi dengan adenin bisa menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan seperti mulut, tenggorokan, dap lambung.
Sementara zat adiktif seperti plasticizer, stabilizer, dan antioksidan dapat menjadi sumber pencemaran organoleptik yang membuat makanan menjadi berubah rasa dap aroma serta bisa menimbulkan keracunan.
Pada suhu kamar, dengan waktu kontak cukup lama, zat adiktif pada plastik juga masuk secara bebas ke makanan. Akibatnya, kanker pun menjadi ancaman dalam kehidupan kita. (dikirim oleh Lunyem)

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda