Selasa, 07 Juni 2016

OASIS PEDULI SAMPAH

OASIS PEDULI SAMPAH


        Sampah telah menimbulkan bencana terhadap umat manusia, seperti yang terjadi dalam tragedi longsornya tempat pembuangan akhir sampah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005. Tragedi inilah yang memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati tepat ditanggal insiden itu terjadi. “peringatan ini muncul atas ide dan desakan sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di TPA Luewigajah dimana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa” demikian Mentri Negara Lingkungan Hidup berujar.

 Memang fakta tentang sampah nasional pun sudah cukup meresahkan. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Sciencemag, Februari tahun lalu menyebutkan, Indonesia berada di peringkat kedua di dunia penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka. Atas dasar itulah pemerintah menargetkan Indonesia akan bebas sampah pada tahun 2020. Hari peduli sampah dijadikan momentum untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle) dalam pengelolaan sampah.


 "Indonesia bersih, impian kita semua. Ayo bergerak, ayo gotong-royong bersihkan lingkungan dari sampah," kata Presiden Joko Widodo melalui akun twitternya @Jokowi.


 Dan masyarakat di seluruh Indonesia pun melakukan berbagai kegiatan dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional seperti kampanye buang sampah pada tempatnya. Di Jakarta, ribuan orang tumpah ruah di Bundaran Hotel Indonesia dalam peringatan acara yang berbarengan dengan car free day, pada hari minggu, 21 Februari kemaren. Dikota kami, Padang, sanggubernur, Irwan Prayitno terlibat langsung berbaur dengan masyarakat melakukan aksi bersih sampah disepanjang Pantai.


 Namun yang membanggakan adalah terlihatnya aktifitas para remaja dari siswa-siswi SMK Negeri 2 Padang ikut ambil bagian beraksi memperingati Hari Peduli Sampah Nasional tersebut. Aksi yang dimotori oleh Siswa Pencinta Alam (Sispala) Oasis tersebut melibatkan Osis dan siswa lainnya yang aktif pada unit kegiatan ekstra kurikuler sekolah.


 Dilepas dan diiringi oleh Wakil Kepala Sekolah, ibu Erlin Nazar dan didampingi juga oleh Pembina Sispala sekolah, para siswa tersebut berjalan tertib dengan membawa spanduk dan poster. Mereka berjalan sejauh +- 7 kilometer memunguti sampah plastik yang berserakan dipinggir jalan sambil bernyanyi dan mengkampanyekan kota Padang yang bersih bebas dari sampah.

 Masyarakat kota pun tampak antusias dan sangat apresiatif dengan kegiatan para remaja ini. Banyak orang dibeberapa tempat terlihat mengacungkan ibu jari mereka. Tiga orang ibu yang ditemui di daerah ‘Tarandam’ bahkan menawarkan air minum buat anak-anak muda ini. “salut kami jo anak-anak sakolah ko…” begitu ungkapan tulus si ibu tersebut.


Padang, 22 Februari 2016

 Zakri zaini

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar